Penyakit Dosen Indonesia

Menyandang predikat dosen di iNDONESIA kadang kadang membanggakan sekalipun sering dipelesetkan sebagai orang dengan pekerjaan sa DOS tetapi bayarannya sa SEN. Bandingkan dengan dosen di Malaysia yang hanya berkewajiban mengajar 3 Mata Kuliah satu semester ( 9 jam seminggu), dengan jam kerja Senin S.D Jum’at, sementara sabtu dan minggu digunakan untuk mengupgrade skill (bagi yg mau) dan dibiayai oleh negara. Bayaran , untuk level Pensyarah Kanan (pensyarah kiri nggak ada) atau lektor di Indonesia antara 20 s.d 30 jt , + tunjangan lain lain. Sebagai dosen yg merupakan manusiaa terpilih ada dua keutamaan yg paling tidak harus dimiliki oleh para dosen yaitu keutamaan inteltual dan keutamaan prilaku.Sekalipun usaha pemerintah tidak kurang — termasuk yang paling ngetop yaitu SERDOS atau sertifikasi dosen, di lapangan gejala yg nampak masih aja terdapat beberapa penyakit dosen Indonesia, yg tidak mendukung keutamaan 2 perilaku tersebut yaitu :

1. TIPES = Tidak punya salera
Rata rata tidak punya selera. Sama seperti makan kalau seleranya makan soto yah dimananpun berada harus makan soto. Begitu juga kalo mengajar, senangnya mengajar topik yg dia tau , dr dulu sampai sekarang ya itulah. Jadi prinsip yg dipakai adalah ajarkan apa yg mau diajarkan bukan apa yg mau mahasiswa ketahui. Jadi jangan heran kalau ada dosen selama 10 tahun yg diajarkan itu itu saja artinya ybs bukan berpengalaman 10 tahun, tetapi melakukan hal yg sama 10 tahun.

,(2) MUAL (mutu pendidikan amat lemah)
Banyak dosen Indonesia petentang petenteng dengan gelar doktornya. Di luar negeri pembuktian kedoktoran adalah dengan berapa banyak hasil penelitian dan conference internasional yg diikuti. Sedangkan di Indonesia yg dibanggakan adalah banyaknya jam mengajar di mana mana, tetapi ketika ditanya pernah ikut konferensi internasional di mana atau berapa banyak penelitian yg dipublikasikan jawabnya adalah belum sempat. Ini menunjukkan kualitas kedoktoran yg amat lemah, krn meneliti hanya sekali waktu menulis disertasi.

(3) KUDIS = kurang disiplin,
Masih dalam mengembangkan kompetensi akademik penyakit kurang disiplin terlihat dari malasnya para dosen membaca hasil hasil penelitian di jurnal terbaru. Aalasannya itu kan ditulis dlm bhs Inggris. Bgm bisa faham kalo tdk disiplin?

Disamping penyakit INTELEKTUAL diatas dalam hal PRILAKU , masih terlihat penyakit penyakit akut seperti ;

(4) ASMA = asal masuk kelas,
Kalau di DPR ada istilah 3D ; datang, duduk, duit, ada juga dosen kita yg berprilaku asal ngajar. Yg penting ngoceh , nyeritain pengalaman susahnya jadi doktor sampai 2 jam , kemudian selesai , nyari kelas tempat bercerita lagi . Makanya begitunkuliah selesai komentar mahasiswanya adalah Dosene Ngedabrus… Dosene Asmuni —Asal Muni ….dlll

(5) KUSTA kurang strategi,
Strategi bisa dianalogikan dgn cara memasak dan yg diajarkan ibarat menu . kalo yg diketahui cuman satu menu sejak 10 atau 20 tahun lalu, strategi macam apa yg mau diharapkan? Andalannya adalah bedah buku….membaca buku teks dr awal sampai akhir pelajaran . Tapi kali ini mahasiswa tdk bisa berkomentar ASMUNI krn dosen mkembedah buku teks ilmiah..he..hee..he

(6). BISUL = Biasa sulap (nilai ujian) ; Nah inilah sisi humanis yg menunjukkan dosen juga manusia. Dosen Indonesian banyak yg tidak tahan diratapi dan disambati mahasiswa masalah kehidupan sehingga lebih banyak pertimbangan kemanusiaan yg dilakukan, dan juga untuk bermain favorit biar disenangi mahasiswa. Makanya komentar mahasiswa …nggak papa sama Mr. A..lulusnya gampang

dan

(7) BATUK = bantuan khusus skripsi—- silahkan interpretasikan sendiri.

Jujur sebagai dosen , saya sedang berusaha sembuh dari penyakit tersebut dalam usaha menjadi seseorang yg utama baik secara intelektual maupun prilaku. Tapi jgn lupa terpenuhi kedua hal tersebut bukn otomatis membuat kita hebat… buktinya ada aja orang yg tidak terbukti kualitas intelektual dan dari segi moral tdk hebat masih diperebutkan PARPOL lho..untuk jadi kepala daerah.

Categories: high education in Indonesia | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: