Learning from the past – Kekerasan Bukanlah Jawaban

Perbedaan faham antara kaum Sunni dan Kaum Syiah bermula dari perbedaan persepsi mengenai siapa yg layak jadi pemimpin setelah Khalifah terakhir mangkat. Kaum Sunni berpendapat bahwa pemimpin harus dipilih, sedangkan kaum Syiah berpendapat pemimpin harus keturunan dari Nabi Muhammmad, s.a.w , yang berakhir dgn pembantaian keturunan Nabi dan pengikut pengikutnya oleh kaum Sunni yang kemudian mendirikan Dinasti Umayyah. Sejarah menunjukkan dinasti ini hanya bertahan selama 70 tahun dan kemudian habis. Di belahan lain dari Asia, semua pernah mendengar kehebatan Jengish Khan dengan penghancuran masalnya yang menguasai hampir seantero jagad. Tapi dengan wilayah kerajaan yang sedemikian luas tersebut, apa warisan Jengish Khan terhadap budaya dunia ini ? Adakah lembaga atau institusi yang tertarik untuk mengkaji ajaran ajaran atau teknik2 militer tentaranya yg begitu dahsyat. Kini anak cucunya pun harus mengungsi jauh jauh ke Tibet ke puncak dunia dimana hanya mereka yg bisa hidup di situ, kecuali satu cucunya yg bernama Shah Ruk Khan. Bandingkan dengan nama nama seperti Socrates, Plato , Archimedes yang notabene hidup di suatu kerajaan amat kecil di Yunani. Sampai sekarang ajaran ajaran mereka tetap di kaji di seluruh penjuru dunia. Ajaran mereka di kaji karena mereka bukan orang orang yg pernah melakukan penjarahan dan pengrusakan di muka bumi ini. Sejarah juga mencatat perseteruan antara kaum muslim dan kristen yang dikenal dengan Perang Salib yang berlangsung ratusan tahun, saling serang silih berganti. Ketika Sulthan Saladien berhasil mengambil alih Jerusalem, kaum Kristen berpikiran bahwa akan terjadi balas dendam dari kaum Muslim karena ketika mereka menaklukkan kota tersebut, mereka membantai habis kaum muslim. Tapi yang terjadi adalah Sulthan Saladhien menyuruh mereka pulang kembali ke negaranya. ketika ditanya mengapa beliau hanya menjawab ; Saya Saladhien… dan sejak itu tidak pernah ada lagi perang salib lanjutan. Andai saja kalau terjadi pembantaian terhadap orang kristen , saat itu, mungkin perang tidak akan habis..karena tentara kristen yang menyebut dirinya Knight of Templar akan kembali menyerbu dengan jumlah yang jauh lebih banyak. Di Indonesia.. Pak Karno sepertinya lebih dikenang dari Pak Harto mungkin karena Pak Karno lebih bergaya Socrates dan Sulthan Saladhien…. Wallahu Alam Bis sawab, Selamat Idul Fitri…damailah saudara saudaraku….

Categories: Human Resources Management | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: