Mitos Euro :Spanyol (Tak) Akan Juara

Tulisan ini merupakan  kontribusi saya kepada  para petaruh bola di tanah air dalam memasang taruhannya.
Ada yang menarik pada  kegagalan Jerman di tiga turnamen besar terakhir. Siapa pun yang mengalahkan Der Panzer, selalu menjadi jawara. Apapun itu, baik Piala Dunia maupun Piala Eropa.  Dalam mitologi Eropa ada yang disebut  jinx  (semacam tuah bila menyingkirkan sesuatu). Di edisi terakhir gelaran Piala Dunia  Spanyol menjadi negara yang mendapatkan jinx baik Jerman. Sementara Italia melakukannya di Piala Dunia 2006. Kembali, Italia menaklukkan Die Mannschaft di Polkraina ini.  So, Spanyol tak akan juara karena ……
Percaya tak percaya, mitos tentang  jinx  ini telah bertahan selama 48 tahun!

Justru Spanyol sendiri yang mematahkan ambisi Uni Soviet mengulang kesuksesan menjadi juara Eropa saat menang di final Euro (European Nations’ Cup) 1964 di Santiago Bernabéu. Entah kebetulan, sejak saat itu tak pernah terjadi juara bertahan pesta bola empat tahunan Eropa mampu kembali menjadi pemenang di gelaran selanjutnya.

Sempat Jerman Barat nyaris menjadi negara pertama yang mampu melakukan back to back mengangkat trofi Henry Delaunay di Crvena Zvezda Stadium, Belgrade di tahun 1976. Namun, lagi-lagi ambisi tersebut gagal. Sepakan ‘chip’ Antonin Panenka (Czechoslovakia) dalam drama adu penalti membuat mitos tetap terjaga.

Kini Spanyol kembali berada di posisi Jerman Barat. Status sebagai juara bertahan, Spanyol tinggal melewati satu pertandingan lagi demi melepas kutukan tersebut. Lagi-lagi, entah kebetulan atau tidak, Spanyol dihadapkan pada sejarah. Sang lawan di Kiev, Minggu (1/7), Italia, justru mendapat jinx (an object or person that brings bad luck)  baik ketika terjadi prahara di dalam negeri. Tentu saja, prahara yang dimaksud adalah skandal sepakbola. Di tahun 1982, jinx itu dimulai. Uniknya, bumi Spanyol menjadi awal mula jinx dimulai. Skandal Totonero (lotere gelap) membuat Italia sama sekali tak dilirik. Argentina, juara bertahan, Belanda dan Jerman Barat serta tuan rumah Spanyol jauh lebih difavoritkan untuk memenangi PD Spanyol. Hasilnya, melalui permainan cepat di kedua sisi sayap, terutama Alessandro Altobelli, Gli Azzurri memupus dahaga gelar Dunia sejak 1938!

Jinx yang bagi masyarakat tentu saja dianggap baik, kembali datang enam tahun silam. Jauh lebih parah dari Totonero, Calciopoli nyaris menghancurkan roda kompetisi sepakbola di Italia. Bayangkan saja, Juventus sang pemenang Serie A harus menerima hukuman dengan didegradasi ke Serie B. Bahkan, kita tak akan melihat siapa peraih scudetto di musim 2004-2005 karena dihapus. Apa yang terjadi di Jerman 2006? Secara luar biasa, armada Marcelo Lippi mampu kembali mengangkat trofi Piala Dunia. Italia pun menjadi negara Eropa pertama yang mampu meraih empat gelar Piala Dunia. Kini, di Polkraina, Italia datang dengan masalah serupa, Calcioscommesse. Ingat di tahun 1992 jinx baik berpihak kepada Denmark  yang datang sebagai penggembira  dan menjadi Juara.

Artinya berdasarkan per -jinx-an  : Spanyol tak akan juara!

Tapi jangan lupa, Spanyol  adalah negara yg mematahkan  mitos Piala Dunia dengan dikotomi  Amerika  – Eropa sejak PD ke 7 tahun 1962 dimana   pemenangnya silih  berganti antara negara  Eropa  dan Amerika.

World Cup Ke 7 tahun 1962 di Cile, juara Brasilia (Amerika)
World Cup Ke 8 tahun 1966 di Inggris, juara Inggris (Eropa)
World Cup Ke 9 tahun 1970 di Meksiko, juara Brasi l(Amerika)
World Cup Ke 10 tahun 1974 di Jerman Barat, juaranya Jerman Barat(Eropa)
World Cup Ke 11 tahun 1978 di Argentina, juara Argentina (Amerika)
World Cup Ke 12 tahun 1982 di Spanyol, juara Italia(Eropa)
World Cup Ke 13 tahun 1986 di Mexico, juara Argentina(Amerika)
World Cup Ke 14 tahun 1990 di Italia, juara Jerman Barat(Eropa)
World Cup Ke 15 tahun 1994 di Amerika Serikat, juara Brasilia(Amerika)
World Cup Ke 16 tahun 1998 di Prancis, juara Prancis(Eropa)
World Cup 17 tahun 2002 di Korea Dan Jepang, dijuarai Brasil(Amerika)
World Cup Ke 18 tahun 2006 di Jerman, juaranya Itali (Eropa)

World Cup Ke 19 tahun 2010 di Afrika Selatan juaranya……….Bravo Spanyol (Eropa)…. Lewat Mitos.

Artinya  mitos  itu hanya bertahan selama 48 tahun saja (1962 – 2010).

Setelah 48  tahun mitos Euro seperti halnya Piala Dunia,  akankah Mitos itu berlalu    pagi ini? 

Kita lihat saja nanti. Yang percaya bahwa mitos itu  masih berlaku silahkan pasang taruhan untuk Itali, sementara yang percaya mitos itu sudah lewat bertaruhlah untuk Spanyol. Tidak percaya dua duanya… ya nonton saja seperti saya.

  Di olah dari

 dan berbagai sumber.

Categories: Europah | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: