Gajah Mada ternyata ikut puasa dan lebaran?.

Bangsa ini memang suka  berdebat adu argumentasi  dengan tujuan mencari kebenaran atau mencari pembenaran. Sebelum ini  Nahdathul Ulama (NU) dan  Muhammadiyah (MU) berdebat mengenai awal puasa dan kemungkinan juga akan  berbeda lagi  lebarannya nanti.  Sekarang  POLRI dan KPK berdebat tentang siapa yang lebih  layak mengusut  kasus  korupsi simulator SIM yang melibatkan para bintang 1 dan bintang 2.  Tapi ada satu perdebatan  karena tidak menyangkut ranah politis  gemanya tidak cukup besar  seperti halnya klaim budaya Indonesia  oleh Malaysia  yaitu  klaim bahwa  Gajah Mada  sang maha patih Majapahit  adalah  seorang muslim dan nama aslinya mirip Imam Ghozali yaitu Gaj Ahmada.  Nah lebaran dan puasa  dong kalo gitu sang  mahapatih  sama seperti  saudara saudara Muslim Indonesia, cuman  waktu itu belum ada  NU dan MU, jadi kita tidak tahu beliau ikut versi mana.

Gajah Mada: portrait bust

Gaj Ahmada?

Adalah Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta (2010) yang pertama kali menerbitkan hasil penelitiannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’. Berikut diantara hasil penelitian tersebut:

  1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah  Muhammad Rasulullah’. Sebagaimana kita ketahui, koin merupakan sebuah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Maka sungguhlah mustahil jika dikatakan bahwa sebuah kerajaan Hindu memiliki koin yang bertuliskan kalimat tauhid seperti ini.
  2. Pada batu nisan Syaikh Maulana Malik Ibrabim (Sunan Gresik) terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah seorang Qadhi (hakim agama Islam) kerajaan Majapahit. Hal ini menunjukkan bahwa Agama Islam merupakan agama resmi kerajaan tersebut.
  3. Lambang kerajaan Majapahit berupa delapan sinar matahari dengan beberapa tulisan arab yakni sifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan Dzat. Mungkinkah sebuah kerajaan Hindu memiliki logo/lambang resmi bertuliskan kata-kata arab seperti in?
  4. Pendiri kerajaan Majapahit yakni Raden Wijaya ternyata seorang muslim. Beliau adalah cucu dari Prabu Guru Dharmasiksa, seorang Raja Sunda sekaligus ulama Islam Pasundan yang hidup selayaknya seorang sufi. Sedangkan neneknya merupakan seorang muslimah keturunan penguasa Kerajaan Sriwijaya. Meskipun Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana(menggunakan bahasa sansekerta yang lazim digunakan saat itu), tidak lantas menjadikan beliau seorang pemeluk Hindu. Gelar seperti ini (menggunakan bahasa sansekerta) ternyata masih juga digunakan oleh raja-raja muslim jawa zaman sekarang seperti Hamengkubuwono dan Paku Alam di Yogyakarta serta Pakubuwono di Surakarta/Solo.
  5. Patih kerajaan Majapahit yang terkenal dengan Sumpah Palapa-nya, Patih Gajah Mada juga seorang muslim. Nama aslinya adalah Gaj Ahmada (terlihat lebih Islami, bukan?). Hanya saja, orang jawa saat itu sulit mengucapkan nama tersebut. Mereka menyebutnya Gajahmada untuk memudahkan pengucapan dan belakangan ditulis terpisah menjadi Gajah Mada (walaupun hal ini salah). Kerajaan Majapahit mencapai puncak keemasan pada masa Patih Gaj Ahmada. Konon, kekuasaannya sampai ke Malaka (sekarang masuk wilayah Malaysia). Setelah mengundurkan diri dari kerajaan, Patih Gaj Ahmada lebih dikenal dengan sebutan Syaikh Mada oleh masyarakat sekitar. Pernyataan ini diperkuat dengan bukti fisik yaitu pada nisan makam Gaj Ahmada di Mojokerto terdapat tulisan ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’.
  6. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad. Timur tengah pun berada dalam situasi konflik yang tidak menentu. Terjadilah eksodus besar-besaran (pengungsian) kaum muslim dari Timur Tengah (tetutama keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan sebutan alawiyah). Mereka menuju kawasan Nuswantara (atau Nusantara) yang kaya akan sumber daya alamnya. Mereka pun menetap dan melanjutkan keturunan yang sebagian besar menjadi penguasa kerajaan-kerajaan di nusantara, termasuk kerajaan Majapahit.

Dan seperti biasa, karena  sejarah  menurut  bapak sejarah dunia  Herodotus merupakan  hasil  interpretasi  terhadap kejadian  yang telah terjadi  tentunya  pendapat  ini  menghadirkan  pro dan kontra. Satu hal yang menarik  sebelum ada Herodotus  tidak ada yang namanya sejarah yang ada hanya  lah cerita cerita sastra yang dipenuhi dengan dongeng, mitos, cerita kepahlawanan dan sebagainya dan kalau kita mau mengamati bukankah penulisan sejarah Indonesia   banyak yang model begini sehingga yang ada bukan History tetapi His Story (mirip kan dengan penggalan Gaj Ahmada). Lihat saja  kasus  teks Super semar yang asli-pun tidak ada yang tahu,,dimana tempatnya, padahal kejadiannya baru berapa puluh tahun, apalagi Majapahit  yang sudah  beratus ratus tahun lewat.

Tantangan dan bantahan keras  bahwa Majapahit adalah kerajaan Islam, membuat mereka yang  yakin akan pendapatnya  menghadirkan novum (bukti baru). Mereka ini menamakan diri Tim Riset Yamasta ( beranggotakan Viddy Ad Daery, Sufyan Al-Jawi, Drs. Mat Rais dan Farhaz Daud ). Inti laporannya seperti yang dirilis di :

http://oase.kompas.com/read/2012/08/07/12022947/Jejak.Prajurit.Islam.Majapahit.dari.Bali.hingga.Australia

“Adanya penempatan prajurit Majapahit di Kerajaan Vasal (bawahan) yang terdiri dari 40 prajurit elite beragama Islam di Kerajaan Gelgel-Bali, Wanin-Papua, Kayu Jawa-Australia Barat, dan Marege-Tanah Amhem (Darwin) Australia Utara pada abad ke 14 memperkuat bukti bahwa Gajah Mada adalah seorang Muslim. Silakan anda berkunjung ke daerah tersebut, terutama ke Bali Utara sebelum anda memberi komentar tanpa dasar.” (Kompas, 7/8/2012).

Setelah anda meluangkan waktu  membaca interpretasi  dan narasi tim tersebut, sekarang sudah percaya bahwa Gajah Mada seorang muslim?

Menurut Prof. Purwanto seorang sejarahwan kondang Indonesia, menulis sejarah bukan hanya pekerjaan akademis tapi juga kegiatan politis. Berbagai klaim mengenai asal usul, wilayah, legitimasi pemegang kekuasaan, status pahlawan nasional, siapa musuh siapa kawan, siapa pengkhianat  siapa pahlawan, siapa kaum elit siapa kaum gurem selalu menjadi perdebatan. Klaim akan kebenaran masa lampau menjadi sangat penting karena dia berfungsi  sebagai alat untuk memperkokoh identitas nasional  atau sekelompok orang tertentu. Jadi jangan heran kalau asal usul tempat dari mana sang maha patih berasal di klaim dari berbagai daerah  baik di Jawa Timur, Bali, Sumatera,  Kalimantan  dan seantero pelosok Indonesia. Sekarang beliau di klaim  sebagai  seorang Muslim, nggak tau apa ada yang nyusul lagi mengklaim beliau sebagai  pemeluk agama lain?

Trouillot (1995) dalam bukunya  Silencing the Past: Power and the Production of History  mengatakan: ” permainan kekuasaan dalam menyusun narasi narasi  alternatif dimulai  dengan  penciptaan fakta maupun sumber.” Pada masa orde baru, sejarah ditulis dengan cara membungkam  suara pihak pihak yang menentang  penguasa dan militer. Kejatuhan  Orde Baru  mendorong  penulisan ulang  sejarah dengan mengedepankan tokoh tokoh baru dengan persepsinya masing masing untuk mengemukakan mana yang harus ditonjolkan atau dibesar besarkan perannya dalam sejarah dan siapa yang harus dihapus.

Sejarah Indonesia  banyak merujuk kepada  lima jilid  karya  StapelGeschidenis van Nederlandsch Indie (Sejarah Hindia Belanda)  yang  mana dua jilid pertama berisi tentang kerajaan kerajaan kuno di Jawa yang berdasarkan Hindu dan Islam. Sedangkan  jilid  ke 3, 4, 5  mulai menempatkan Belanda  sebagai pemain utama yang menjadi  pahlawan pembangunan di seluruh Nusantara. Jadi Belanda memiliki kepentingan yang jelas di sini. Para sejarawan Indonesia  menyusun sejarah Indonesia di atas basis kolonial dengan memancangkan asal usul  Indonesia  pada  imperialisme Majapahit yang  memuja muja Gajah Mada dan para tokoh ekspansionis   yang  suka menyerbu  kerajaan lain dalam memperluas wilayahnya.

Jika kita mengakui  bawa sejarah adalah  tentang APA YANG TELAH TERJADI dan APA YANG DIKATAKAN  TELAH TERJADI, maka perdebatan  tentang dua dimensi ini tidak akan pernah selesai.  Sekalipun bukan sejarawan, boleh saja  ada yang menginterpretasikan bahwa Borobudur   dibangun oleh Nabi Sulaiman karena bentuknya mirip piramid di Mesir negara asalnya Sulaiman, dan Nabi Sulaiman adalah  nenek moyang orang Jawa, buktinya nama orang Jawa kan banyak di mulai dengan SU…Suharto, Sukarno, Susilo, Suminten, Sugeng Rawuh, Sujiwotejo..dll..dan ternyata Sleman dekat  Borobudur tersebut berasal dari Kota Sulaiman…! Percaya?

Bangunan Nabi Sulaiman?

So what now?  Mau ikut yang percaya  Gajah Mada berlebaran atau tidak. Gampang saja, gunakan  analogi pemerintah dalam menyikapi perbedaan  puasa  dan lebaran. Yang  mau  puasa  Jum’at ikut MU ..monggo,,, yang mau ikut Sabtu ikut |NU..juga boleh..yang  ikut Bayern Munchen atau Arsenal, silahkan cari hari lain. Begitu juga   dengan Gajah Mada , silahkan ikut hati masing masing.

Yang lebih mendesak adalah penulisan  ulang sejarah  demi keadilan bukan demi kepentingan penguasa. Sisi kelam bangsa kita masih belum bisa  terungkap seperti  dimana teks Supersemar yang asli dan apa sebenarnya yang terjadi di balik peristiwa itu di tahun 1966,   Peristiwa  Tanjung Priok tahun 1984, Kerusuhan Masal yang meluluhlantakkan Jakarta tahun 1998,  serta kasus  Lumpur Lapindo. Semua yang terjadi  di era kemerdekaan dan saksi saksi masih ada aja  belum terungkap, apalagi Majapahit bro?

Categories: Indonesiana | Tags: , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “Gajah Mada ternyata ikut puasa dan lebaran?.

  1. Jangan jadi sejarawan lah Is, kaina bakurus awak ikam tu.

  2. Fahmi R. Kubra

    syabas cik 🙂

  3. Purnama

    Hmmmm,,,, di luar perdebatan di atas,,,, jika anda seorang Muslim,,, terus belajar ilmu hadits dari segala macan rawi dan sanadnya,,, niscaya anda akan kagum dengan pola pengambilan riwayatnya..(sejarahnya…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: