Selamat Datang Akademisi, Pengusaha dan Tentara di Pentas 2014

Pemilu 2014 sudah menjelang dan tentunya disamping mengaku sebagai partai yang paling reformis dan  paling siap menyejahterakan rakyat Indonesia,   semua partai politik sudah siap dengan jagoan jagoannya masing masing untuk menarik simpati rakyat supaya memilih  partai yang bersangkutan. Sekalipun Partai politik tidak memiliki kemampuan mengerahkan dan mewakili kepentingan warga negara maupun menghubungkan warga negara dengan pemerintah, kata peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Lili Romli (Kompas, 14/9?2012), ambisi  menjadi  politisi  kayanya semakin membuncah saja, kayanya sudah menjadi  lifestyle kalau  belum jadi poltisi hidup belum lengkap dan ini dibaca oleh parpol parpol sebagai suatu simbiosis mutualisme organisasi: individu perlu wadah (parpol) dan parpol perlu individu sebagai magnet mendapatkan suara. Persoalannya sekarang kira kira  makhluk  seperti apa yang sangat diminati oleh parpol? Kalau dulu para aktivis  yang kerap menentang kebijakan pemerintah  dan para artis baik penyanyi maupun pelawak banyak mendominasi kader kader partai, tampaknya dalam pemilu 2014 hal ini masih berlanjut. Lihat saja  Partai Golkar menawarkan tiga musisi terkenal yakni Ahmad Dhani, Mulan Jameela, dan Syahrini untuk menjadi calon anggota legislatif dari Partai Golkar di Pemilu 2014. Tawaran itu disampaikan Ketua DPP Golkar, Priyo Budi Santoso yang  menyebut kondisi parlemen periode 2009-2014 menjadi berwarna setelah 18 artis menjadi anggota Dewan. Sebagian dari mereka, kata Wakil Ketua DPR itu, tak hanya sekadar terkenal, namun juga berkualitas..gak taulah kualitas macam apa bro?? Karena tujuan akhir dari politik adalah menjadi penguasa negara maka  semua  cara dianggap halal untuk mencapai tujuan jadi sah sah saja apa yang dilakukan oleh punggawa parpol termasuk mengutip ayat ayat seperti : Pilihlah yang berkumis (HR. Rasuna Said) dan semua ilmu dan jurus akan dikerahkan demi tujuan tersebut.

Penganut mazhab Hermawan  Kertajaya    tentu sangat  paham bahwa marketing sangat ditentukan oleh yang namanya momentum. Momentum kurang lebih  sama dengan musim, jadi kalau musih hujan ya  kita jangan jualan es, tapi yang hangat hangat saja.  Karena politik adalah momen lima tahun sekali maka banyak orang  beramai ramai mempertaruhkan investasi sosial dan politiknya di meja judi politik. Ini yang dikatakan  oleh Donny Gahral Adian Dosen Filsafat Politik UI  sebagai Politisi Musiman. Ada yang membangun partai politik, ada pula yang sekadar indekos di partai politik. Komoditas politik yang ditawarkan beraneka ragam, mulai dari integritas, nasionalisme sampai ekonomi kerakyatan.

Dan sepertinya dengan menggunakan teori momentum  politisi musiman yang paling menarik bagi partai politik adalah  akademisi, pengusaha, dan tentara. Logikanya sederhana: partai membutuhkan pikiran dari akademisi, logistik dari pengusaha, dan keamanan dari tentara. Karena politisi musiman biasanya  bermodalkan dua hal: logistik dan jaringan sosial,  maka,  tugas parpol adalah membuat  program percepatan politik untuk mengubah mereka yang tadinya mengajar ekonomi pembangunan jadi politisi yang pintar memutar statistik. Pengusaha yang biasa berpikir laba diubah secara paksa jadi pekerja sosial yang berempati. Tentara pun mau tak mau harus diajari demokrasi .Akademisi yang punya ribuan teori di kepalanya,mendadak    mampu berbicara dengan ibu-ibu rumah tangga dengan teori ekonomi makro yang disederhanakan.

Sah sah saja sebagai warga negara  ketiga  golongan tersebut menjadi politisi musiman.  Tetapi selanjutnya kata Bung  Donny politik membutuhkan konsistensi dalam tindakan, ucapan, dan pikiran. Politik adalah seni keabadian. Untuk itu dia membutuhkan kesetiaan. Politisi musiman, sayangnya, hanya ikut rombongan orang yang berbondong-bondong memasuki lapangan politik. Dia, seperti orang kebanyakan, berpikir, ”Ah, siapa tahu kali ini berhasil.” Ketika politik tidak seperti yang dijanjikan dia pun melengos dan berkata, ”Ah, memang politik itu bukan jalan hidupku.” Dia tidak tahu bahwa politik bukan sesuatu yang dapat dinyalakan lalu dimatikan kembali. Politik adalah sesuatu yang wajib ditekuni secara serius. Politik meminta komitmen penuh apa pun yang terjadi. Begitu orang bersumpah menjadi politisi, dia mengikatkan diri pada sesuatu yang lebih besar dari dirinya, seumur hidup. Musim politik boleh datang dan pergi, tetapi politisi tidak pernah mati. Politik adalah keabadian kecuali buat mereka, para politisi dadakan.

Kita pernah terlalu berharap terhadap politisi politisi  muda  yang notabene memulai karirnya sebagai politisi musiman, dan kalau mereka tetap memilih sebagai politisi   sepanjang hayat sebelum dipecat oleh partainya, maka perlulah kita apresiasi  karena politik adalah abadi.

Kepada teman teman akademisi yang terpilih nantinya  semoga dapat memelihara keabadian tersebut.

Categories: Politik | Tags: , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: