Monthly Archives: November 2012

Indonesia mengalahkan Indonesia

Tidak ada yang meragukan kredibilitas Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia sebagai perguruan tinggi di Indonesia dalam hal memposisikan dirinya sebagai perguruan tinggi paling ngetop di negara kita dibidang bisnis dan manajemen. Lihat saja event tahunan dia yang bernama International Business Management Research (ICMBR) yang sekarang sudah memasuki tahun ke 7 dan sejak seri ke 4 FE UI menggandeng PT dan organisasi luar negeri dalam menyelenggarakan international conference-nya dan bagi akademisi2 Indonesia keikutsertaan terpilih sebagai seorang presenter di event FE merupakan satu hal yang sangat dibangga banggakan. Saktinya UI juga terlihat dari salah satu jurnal internasionalnya “South East Asian Management Journal (SEAM)” yang terakreditasi dengan nilai “A”. Tapi di event dia sendiri baik yang skala nasional seperti Doctoral Journey in Management (DJM) dan ICMBR periset2 UI jarang mendapatkan best paper. Di ICMBR 4 dimana UI berkolaborasi dengan University of Adeilade, the best paper dimenangi oleh seorang professor dari Universiti of Malaya, Malaysia, di ICMBR 6 dimana UI berkolaborasi dengan Ateneo de Manila, the best paper dimenangi oleh seorang professor dari Chulangkorn Universiti, Thailand, dan tahun ini ICMBR 7 yg merupakan kerjasama UI, University of Economic Ho Chi Minh dan ABEST 21, pemenangnya adalah warga Indonesia yang mewakili salah satu Universitas Malaysia. Kalau UI sebagai universitas terbaik di Indonesia periset2nya saja tidak sanggup bersaing (padahal ngirim paling banyak lho), apalagi yang peringkatnya di bawah? Jadi sabar aja dulu bro….saya lihat risetnya bagus2, cuman nyampaiin nya doang yang kagak betul dengan bahasa Inggris yang belepotan gitu lho. Saye punya riset sih tidak bagus bagus amat, tapi Bahasa Inggris saya OK punya.
Indonesia  mengalahkan Indonesia

Advertisements
Categories: Marketing | Tags: | Leave a comment

Rhoma Irama Ratu (Raja Dangdut) Adil

Hingar bingarnya tentang  mimpi bangsa ini akan seorang pemimpin  yang  diimpikan sebagai  Ratu Adil  membuat banyaknya  yang  memajukan atau mencalonkan dirinya menjadi pemimpin termasuk  Bang Haji. Kalau dulu kawan kawan saya menanyakan siapa Rhoma Irama  saya menjawab Raja Dangdut, tetapi sekarang no way laa bro, saya akan jawab Capres 2014. Apa  sebenarnya  yang terjadi  sehingga  Bang Haji-pun dilirik  sebagai  Capres. Mimpi kita untuk perbaikan Indonesia tanpa sadar telah menguras nalar seluruh anak bangsa. Pemimpin yang dirindukan tak datang-datang. Yang sudah tua  dikatakan sunset generation, yang  masih muda, masih belum saatnya.  Kita sempat  bermimpi tentang  ”Ratu Adil”  ketika almarhum Gus Dur menjadi presiden, diteruskan  di zaman Bu Megawati, tapi  sepertinya   harapan tinggal harapan, Pemimpin yang didambakan tak kunjung datang, masalah yang mendera tidak juga bisa terpecahkan. Kita lalu mengutuk keadaan dengan menyandarkan harapan pada cerita tentang orang-orang hebat  lalu ada yg melirik Raja (Dangdut) Adil sekarang.Salahkah ini ?

Sang Capres 2014

Dalam cerita  Alice’s Adventures in Wonderland  cerita fiksi yang ditulis oleh penulis dari InggrisLewis Carroll, salah satu  sastra Inggris klasik yang bercerita tentang anak perempuan yang tersesat di dunia ajaib yang dipenuhi banyak mahluk aneh , ketika bertemu  kelinci  yang menanyakan ” mau kemana  kamu pergi ” Alice menjawab tidak tahu, dan  selanjutnya kelinci mengatakan ” tidak masalah kamu mau ikut jalan yang mana, semua jalan adalah benar kalau kamu tidak tahu tujuanmu.

Apa yang terjadi dengan bangsa ini mungkin seperti  cerita Alice dan kelinci tersebut.Kehebohan kita mencari pemimpin adalah cermin kegaduhan politik yang gagal mengartikulasikan  republik ini mau di bawa kemana  seperti impian  para pendiri bangsa ini  menjadi realitas. Tujuan negara  hanya terukir dengan indah dalam pembukaan UUD 1945 : untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, sepertinya tidak dipahami, Jadi sah sah saja  kalau Bang Haji atau siapapun mau jadi presiden, ya tapi  monggo dipahami dulu  tujuan  negara ini mau apa..dan apa yang sudah  dimiliki untuk merealisasikan   tujuan tersebut dengan negara yang masalahnya begitu kompleks ini.

Steven Robbins  seorang pakar perilaku organisasi  mengatakan kalau mau jadi pemimpin  ada 3 hal yang menjadikan seorang pemimpin: Motivasi, Kemampuan Intelektual  dan Kesempatan. Pada  era orde baru, yang punya motivasi dan intelektual tidak bisa jadi presiden karena  kesempatan  tidak pernah diberikan karena syarat untuk jadi presiden sudah ditentukan : berpengalaman sebagai presiden. Di era  reformasi  kesempatan terbuka  selebar lebarnya, sehingga  banyaklah  calon calon yang mengandalkan motivasi saja, dan celakanya  masyarakat yang menjadi lumbung suara pemilih melupakan  faktor  intelektual tersebut karena masih percaya  dengan dongeng dongeng tentang ratu adil tersebut.

Mulailah dengan belajar dari sejarah dengan mengenali nilai-nilai keutamaan dan semangat dari sosok orang orang terkenal baik dalam dan luar negeri. Mereka juga adalah manusia, sama seperti kita. Bedanya, mereka adalah orang-orang yang sudah cukup dan sudah selesai dengan dirinya, dan sanggup melampaui rata-rata keutamaan unggul yang dimiliki orang pada umumnya untuk mengabdi kemanusiaan.Dan  bila  bung Haji sudah sampai ke taraf ini dimata pengikutnya (bukan mencipta lagu dangdut lho), silahkan  maju.. dan yang lain lain yg sudah memenuhi kriteria tidak peduli mereka  sunset generation atau  anak anak muda silahkan  berkompetisi di 2014!

Mengenai  dikotomi  tua muda  ingat saja   Benjamin Franklin  negarawan terkenal asal  Amerika  yang mengatakan ” Two people you cannot trust – an old barber and a young doctor.” Silahkan anda mau   negara ini dikelola oleh   dokter muda yang tidak berpengalaman mendiagnosa penyakit atau dicukur oleh   tukang cukur tua  yang cuman ngerti model potongan rambut tentara atau polisi saja?

Soal pendidikan, tidak perlu diambil sebagai standar intelektualitas, bukankah Obama  hanya perlu sekolah sampai kelas 3 SD di Indonesia tetapi beliau bisa  menjadi presiden USA, sedangkan Pak Amien Rais yang sekolah S3  di Amerika   gak bisa tuh jadi presiden Indonesia!

Maka  ketika melihat  neneknya masih berambisi, seorang cucu-pun berkomentar: Oma, mengelola negara itu tidak sama seperti mengelola grup dangdut! Dan satu hal lagi siapapun  yang memimpin pasti sangat dipengaruhi oleh latar belakangnya. Kalau bang Haji Rhoma terpilih jadi presiden, besar kemungkinan  beliau susah  berada di istana  karena  setelah sukses  dengan serial  Rhoma Irama Berkelana I, II,   i serial III,IV dan selanjutnya.

Selamat berkompetisi  di 2014, mas mas bro.

Categories: Budaya, Famous People, Indonesiana | Tags: , | 1 Comment

Blog at WordPress.com.