Kalau Mau di kenal Ngeblog dan Ngetwitlah

Kehadiran instagram yang menghasilkan gambar  yang bisa dikirim dengan cepat untuk  memvisualisasikan  kondisi sebenarnya suatu hal memang membantu kalau yang divisualisasikan  sudah real di depan mata, tetapi kalau yang mau divisualisasikan berupa ide ide pemikiran  dimana sesuatu biasanya dimulai dengan ide ide dan pemikiran, maka instagram tidak akan membantu.  Inilah yang membuat  sekalipun pertumbuhannya mulai  pesat, Instagram masih bukan merupakan alat sosial media yang paling ampuh dewasa ini. Karena itu bagi organisasi dan individu yang mau dikenal akan ide idenya, cara yang paling  jelas, sekalipun masih dipandang rendah- adalah melalui blog atau mini blog semacam Twitter.

Kalau anda ingin membentuk opini publik, anda harus  menciptakan  narasinya!   Pentingnya narasi ini jauh jauh hari telah didengungkan oleh Steven Covey  pengarang buku   7  Habits of Highly Effective People  dan  habit yang ke 8 selanjutnya menurut beliau ialah : Finding your voice and helping others find theirs ; tunjukan jati diri anda dan bantu orang lain menemukan jati diri mereka . Lebih ngetrend lagi pakar pemasaran dunia Phillips Kotler  dalam bukunya   Marketing 3.0: From Products to Customers to the Human Spirit   mengakui pentingnya ngecap menjual diri ini dengan mengatakan  salah satu elemen  dari marketing  3.0 adalah : tell your story to the world.

Dan opini publik yang tercipta bermula  dari  narasi yang telah anda ciptakan. Makanya di negara  yang  penduduknya super kreatif  karena  pemerintahnya tidak seberapa peduli, ketika Bang Haji Rhoma Irama  mencalonkan   dirinya  menjadi Capres 2014, narasi  yang dinyanyikan  lewat lagu lagu  beliau cenderung dijadikan  publik sebagai bahan yang lebih berupa olok olok, sebut saja : tidak akan berada di istana karena Berkelana  terus, lembur ditiadakan karena    Begadang tiada artinya, dll.  Tentunya anda   ngeh sekarang kenapa  ABR  capres dari Golkar  di wilayah Sidoarjo yang menderita karena semburan lumpur Lapindo tidak dinarasikan sebagai Abu Rizal Bakri  tapi Asli  Raja B*h*ng?  Itu semua karena  narasi yang diciptakan sudah terlanjur melekat, lain cerita kalau beliau menulis  paling tidak di blog atau koran yang berisi pemikiran kenegaraan cerita mungkin akan lain. Kita masih menunggu narasi apa lagi yang akan tercipta ketika Bung Farhad Abbas pun menyatakan kesiapan nya  menjadi Capres 2014, tidak lambat bro..kalau mau ikut ikutan blogging sekarang supaya pemikiran anda bisa membentuk opini publik! Semudah itu…nanti dulu?

Suatu  penelitian yang dilakukan oleh Yahoo di tahun 2011  menunjukkan bahwa  hanya 0.05 % dari   keseluruhan pengguna Twitter  yang Tweetnya  dibaca orang, artinya dari sekitar 100 juta  pengguna  di dunia hanya sedikit sekali yang berhasil menjadi orang orang elit di dunia maya karena  tweetnya di baca, selebihnya dilewatkan begitu saja. Bagaimana mau  tweetnya di baca kalau isinya cuman..,nyapres  ah…. makan bebek goreng dulu ….rujakan yu  atau paling banter  isinya cuman 3 hal : bola, makan makan dan jalan..bagaimana  bisa menginspirasi orang?

Salah seorang dari khulufaur rasyidin mengatakan ” sebaik baik teman di segala masa adalah kitab.” Di negara yang peradaban pengetahuannya lebih maju, pertanda status sosial itu adalah buku. You ARE what you READ. Buku dan tradisi membaca yang kuat selalu menjadi elemen penting bagi hadirnya sebuah peradaban yang digdaya. Teman teman yang memiliki  background  Pendidikan bahasa Inggris  tentu   mengenal doktrin : Reading  is a passive command of  Written Language  and   Writing is  the active command of  written language.  Dengan  doktrin  ini secara  tersirat  bahwa  kemampuan  menulis sangat ditentukan oleh   berapa banyak dan sepaham apa yang dibaca. Tetapi  orang juga tidak akan tahu sepintar apa  anda dari yang  dibaca bila tidak dituangkan  atau di tweetkan melalui tulisan…jadi jangan disalahkan bro kalau ada yang menilai  you are what you twit!
Image

Reading is a passive command of written language

Memang menuangkan ide dalam blog berupa 700 atau lebih kata dan tidak dibayar bukanlah pekerjaan mudah, tapi kalau anda mau jadi presiden apakah jadi lebih mudah? Karena itu berlatihlah dulu membaca buku dan menulis supaya orang tahu isi otak anda wahai calon calon presiden jadi modalnya nggak cuman siap doang atau jawaban yang tidak terukur seperti karena prihatin melihat kondisi bangsa, karena panggilan nurani. Miss World saja mensyaratkan 3B: beauty, body, and brain.

Writing is still the clearest and most definitive medium for demonstrating expertise. Dan kalau anda tidak melakukannya jangan salahkan publik yang membentuk narasinya sendiri melebihi syarat untuk menjadi Miss World yang 3B saja menjadi 4B, tapi ini  Benar Benar Bloon  Bro!   Dan kalau ini yang terjadi   ingatlah kata kata Mark Twain   seorang novelist terkenal yang namanya  karena susah dieja diucapkan oleh teman saya  semasa kuliah  di jurusan bahasa Inggris dulu   “Merek Taiwan” :   Never argue with fools yang versi Quran-nya adalah   Wa a’rid ‘an al-jahilin. :Berpalinglah dari orang orang  bodoh.

Masih mau  nyapres?

Categories: Marketing in Digital Era, Strategi | Tags: , , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “Kalau Mau di kenal Ngeblog dan Ngetwitlah

  1. I like it

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: