Menjual Pariwisata: dengan Vietnam saja kita kalah?

Menyebut nama  Vietnam, apa  yang ada  di benak anda, perang, Vietcong, gerilyawan, beras,  atau  varian sipilisnya yang  sangat dahsyat terkenal  dengan sebutan Vietnam Rose? Secara  mengejutkan diam diam negara yang pernah hancur lebur dikoyak perang tersebut  dengan  segala  keterbatasannya  berhasil mendatangkan  wisatawan  sampai sepuluh juta orang. Bandingkan dengan Indonesia  dengan berbagai  pesona budaya dan keindahan alam termasuk peninggalan bersejarah masih belum mampu mencapai angka tersebut. Tanpa bermaksud memandang sebelah mata,  ketinggalan Vietnam dengan Indonesia  sudah  terlihat sejak pesawat mendarat.  Kalau di Indonesia  pesawat yang  merapat ke  bandara cukup di pandu oleh  petugas air traffic controller tetapi di  bandara international Tan Son Nhat  Ho Chi Minh  pesawat   dipandu oleh mobil, yah semacam polisi cepek lah kalau di jalan raya Indonesia..anda jangan ketawa dan melecehkan karena memang begitu. Tapi setidak tidaknya radar di bandara ini belum pernah ngadat  seperti di bandara international Soetta beberapa hari yang lalu.

Image

Pesawat Lion Air  Indonesia  dipandu mobil di Tan Son Nhat Airport   Ho Chi Minh

Keterbatasan  lain  juga terlihat di fasilitas yang dimiliki oleh perguruan tinggi paling ngetop di Vietnam, University of Economics  Ho Chi Minh City. Untuk  perguruan  tinggi  papan atas ini  bangku   kuliah yang digunakan    lebih jelek  dari  fasilitas  kursi untuk SD INPRES  di wilayah pedalaman Indonesia; hanya bangku panjang seperti di warung warung kopi pinggir jalan PANTURA.

Image

Kursi panjang untuk 5 0rang, ngebayangin nggak rasanya kuliah disini

Keterbatasan  tidak mereka jadikan alasan untuk menarik wisatawan. Vietnam bisa disebut sebagai salah satu negara yang amat cerdas menjadikan wisata sebagai industri penghasil devisa. Negara yang pernah tercabik-cabik karena perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat ini jeli melihat peluang mengail wisatawan asing. Terowongan  tempat persembunyian di kemas  diolah seperti suasana zaman perang  lengkap dengan lapangan tembak   untuk menggunakan  AK 47 asli sehingga menjadi serasa di dunia perang beneran, rongsokan mesin mesin perang Amerika yang tertinggal dijadikan  museum. Tapi satu hal yang jangan sekali kali dicoba yaitu naik becak dan ojek di Vietnam karena semuanya rata rata penipu, begitu anda naik siap siaplah untuk diperas dengan harga yang jauh melebihi untuk  ongkos naik taksi.

Sebetulnya, dibanding Vietnam, Indonesia memiliki jauh lebih banyak obyek wisata yang fantastis, dan benar-benar kelas dunia ditambah dengan tukang becak dan ojeknya yang  jujur . Akan tetapi wisatawan asing yang datang tidak sampai sepuluh juta orang. Jauh di bawah Singapura, sebuah negara dengan luas hampir sama luas wilayah DKI Jakarta. Ada apa ini?

Kita perlu belajar banyak dari negara lain, kalau perlu dari Vietnam yang jauh ketinggalan, tidak perlu lah studi banding sampai ke Eropa sono.

Categories: Budaya, Ekonomi | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: