TIGA MENGUAK TAKDIR

Tahun 2013  sudah kita jalani dan sebentar lagi hiruk pikuk politik akan membahana  di tahun 2014. Dan seperti biasa  banyak peramal peramal dadakan dengan bungkus  pengamat mulai bergerilya  dengan ramalannya dan kalau salah toh orang juga  mudah lupa. Tanpa bermaksud mengikuti arus menjadi peramal, tulisan ini hanyalah merupakan sumbangan pemikiran yang  karena dipengaruhi oleh gaya  saya sebagai seorang  akademisi    selalu berawal dari melihat fenomena dan kemudian berusaha merumuskan apa yang terjadi di balik fenomena tersebut dan bagaimana  kita seharusnya menyesuaikan langkah kita.  Hidup di era  digital dewasa ini harus menerima kenyataan  bahwa perubahan teknologi dan ekonomi  akan mempengaruhi  sifat sifat dari pekerjaan kita, dan di negara  negara maju, biasanya ekonomi mempengaruhi politik, bukan sebaliknya, jadi  jangan biarkan hiruk pikuk politik  menyita kehidupan kita.  Karena perubahan  dahsyat dibidang teknologi  dan ekonomi tersebut, konsekuensinya  sekarang memiliki  pekerjaan yang  bagus  tidak  menjamin tercapainya karir yang gemilang karena  kemampuan anda tidak lagi ditentukan oleh apa yang anda ketahui. Selamat datang  di era baru dunia kerja dimana  masa depan anda akan ditentukan oleh  sekuat apa sinyal yang anda pancarkan di tengah hiruk pikuk persaingan tenaga kerja di dunia.  Hal ini  sejalan    dengan yang dikatakan oleh Steven Covey pengarang buku   7  Habits of Highly Effective People  tentang habit yang ke 8: Finding your voice and helping others find theirs ; tunjukan jati diri anda dan bantu orang lain menemukan jati diri mereka . Buat diri anda terdengar, sudah lewat masanya seperti iklan Isuzu Panther beberapa tahun yang lalu : Nyaris  Tidak Terdengar  seiring  dengan Isuzu Panther nya sendiri yang semakin tidak terdengar. Supaya “terdengar” atau sinyal yang anda pancarkan ditangkap, menurut  Dr Tomas Chamorro-Premuzic,   seorang Professor of Business Psychology di University College London (UCL), kita harus menguasai 3 (tiga) hal: self-branding, entrepreneurship, dan hyperconnectivity.

Self-branding adalah   menjadi sinyal      ditengah hiruk pikuk  modal insani. Semakin kuat merek anda , semakin kuat sinyal yang dipancarkan.  Di era persaingan yang begitu  keras, self-branding lebih penting daripada apapun bentuk  bakat dikarenakan  pasar sudah  tidak mampu (atau tidak mau) lagi  untuk membedakan antara merek dan bakat. Lihat saja seorang dosen yang memiliki merek sekalipun  tidak berbakat mengajar satu subjek karena bukan keahliannya tetap   masih difavoritkan. Sewaktu saya  masih tinggal di Surabaya  beberapa tahun yang lalu, suatu pameran pendidikan  kalau  penyelenggaranya bukan Jawa Pos biasanya  peminat   dalam hal ini PTS  di Jawa Timur yang mau berpartisipasi  biasanya  sedikit. Jawa Pos yang jelas jelas koran, bukan event organizer  sangat diminati karena tidak lepas dari Merek Jawa Pos tersebut.

Kita semua makhluk ciptaan Tuhan yang berbeda , tetapi   kalau kita tidak memiliki  merek, individualitas kita sebagai makhluk  Tuhan yang unik tidak  akan terlihat. Menjadi merek berarti menampilkan apa yang membuat Anda istimewa, dengan cara yang berbeda (dikenali), diprediksi (konsisten), dan bermakna (memungkinkan orang lain untuk memahami apa yang Anda lakukan dan mengapa). Inilah sebabnya mengapa Hermawan Kertajaya dan Agnes  Monica  jauh lebih berhasil daripada pesaing mereka yang  lebih berbakat – mereka mengerti bahwa menjadi fenomena pemasaran itu lebih penting daripada menampilkan keterampilan berceramah tentang pemasaran  yang luar biasa atau bakat musik, dan lebih terfokus pada self-branding dibandingkan  yang  rekan-rekan mereka lakukan.

 Entrepreneurship  adalah tentang menciptakan  nilai tambah lebih  kepada masyarakat dengan menghilangkan tahapan  yang tidak perlu:    mengubah masa kini ke masa lalu dengan menciptakan masa depan yang lebih baik. Antri beli tiket kereta api  dan  pesawat di travel agent, ngantri bayar pajak motor dan mobil di SAMSAT , terbang  dgn tiket sangat mahal,  harga laptop mahal   adalah sebagian contoh masa lalu  karena hasil karya karya para entrepreneur.

Kita semua sibuk, tapi satu-satunya aktivitas yang benar-benar penting adalah kegiatan yang memiliki nilai tambah.  Entrepreneurship  adalah perbedaan antara menjadi sibuk dan menjadi sebuah bisnis, dan alasan mengapa beberapa orang  dapat bertahan dalam bisnis.

Perang   bakat dewasa ini  adalah perang untuk mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan  insan yang dianggap  sebagai agen perubahan sejati.  Agen  perubahan sulit untuk ditemukan, sulit untuk dikelola, dan sulit untuk dipertahankan. Entrepreneurship  adalah tentang menjadi agen  perubahan. Agen  perubahan bila  diibaratkan  sebagai sinyal sinyal radio  adalah   Suara Surabaya 100 FM yang  sinyalnya sangat kuat memancar  kemana mana  sedangkan  yang lain  hanyalah sinyal krosak krosok yang tidak jelas apa tuh.  Hampir dipastikan di era ini, apapun profesi anda jika Anda tidak membawa pertumbuhan, anda diganti dan   didaur ulang, sama seperti sinyal yang krosak krosok tidak jelas tadi pasti diganti.

Apakah Anda bekerja sendiri atau dipekerjakan oleh orang lain, apakah Anda bekerja di sebuah bisnis besar atau memiliki usaha kecil, kesuksesan karir anda tergantung pada kemampuan anda untuk menawarkan sesuatu yang baru: solusi baru untuk masalah yang ada, layanan baru, produk, dan ide-ide baru dll.  Segala sesuatu yang tidak baru dianggap usang , dan jika anda melakukan hal yang usang  maka anda terjebak di masa lalu. Dalam  era  Entrepreneurship masa depan anda adalah   baru, dan nilai anda tergantung pada kemampuan anda untuk melakukan sesuatu yang berbeda.  Never let your memories be greater than your dreams (Doug Ivester) , Live out of your imagination, not your history (Steven  Covey), Only 2 things generate money:Marketing and Innovation  (Peter Drucker) adalah sekelumit contoh dari pandangan para pakar dibidangnya akan pentingnya sesuatu yang baru.

Hyperconnectivity adalah tentang menjadi sinyal dalam lautan data,  kemudian membuat dan membentuk gelombang pengetahuan sosial. Dalam bahasa yang lebih sederhana bagaimana supaya tweet, facebook dan blog anda dibaca. Banyak orang  yang terkoneksi  secara online, tapi apa yang penting adalah menjadi konektor yang relevan. Hyperconnectivity bukanlah tentang menjadi online 24 jam,  ini tentang mengoptimalkan pengalaman secara  online untuk  dibagi  kepada orang lain. Kalau anda tidak menjadi  seorang hyperconnector  berapa orang  yang tahu anda  memenangkan suatu kompetisi, prestasi apa saja yang anda capai?,   tetapi ketika anda seorang hyperconnector, ribuan orang akan menonton film yang anda sukai dan rekomendasi  anda akan membentuk opini publik. Dalam era informasi  dimana  informasi  yang disampaikan  sudah mencapai tingkatan over  berlebihan, menjadi sumber terpercaya informasi adalah komoditi yang langka .  Hal ini  bisa dikatakan  sebagai  Digital Word-Of-Mouth  terbaru dalam evolusi pemasaran. Hyperconnectors mengarahkan kita ke arah yang benar. Siapa saja dapat meng-upload video di YouTube atau tweet, tetapi hanya sedikit yang bisa mengarahkan kita ke video atau tweet yang ingin kita lihat.

Singkatnya,  di era digital ini, masa depan anda tergantung pada kemampuan anda menguak takdir dengan melakukan 3 hal:  menjadi merek, agen perubahan, dan link ke informasi yang berguna. Menjaga  kepribadian   dan mengelola reputasi   (bagaimana orang lain melihat ) akan mengubah anda menjadi merek yang sukses, menghasilkan  ide-ide kreatif  dan menentang status quo serta cara yang kuno  akan membantu anda menjadi agen perubahan, dan menjembatani kesenjangan antara luasnya  pengetahuan sosial   didunia digital dan apa sebenarnya  yang dibutuhkan  oleh masyarakat  akan membuat  anda menjadi hyperconnector.

Selamat tahun baru 2013, selamat menguak takdir   dan selamat bekerja untuk Indonesia  yang lebih baik!

Categories: Budaya, Ekonomi, Human Resources Management, Marketing | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: