Komunitas Penulis Perubahan

Kisah persahabatan antara ayam dengan burung elang pernah saya bahas dalam buku Cracking Zone. Kisah persahabatan keduanya selalu menarik perhatian, termasuk penerima hadiah Nobel Desmond Tutu, penulis Avelynn Garcia, eksekutif Christopher Gregorowsky dan kartunis Niki Daly. Belum lama ini, bahkan Gregorowsky menulis buku yang sangat inspiratif: Fly, Eagle, Fly: An African Tale.
Dan akhir tahun lalu, di tengah-tengah konversi manajemen mutu di Surabaya, saya juga ditanya soal yang sama. Soal itu tak lain tentang sulitnya “mengkandangkan” elang. Dan ini menjadi tantangan besar pengelola UKM di tahun 2013. Masalahnya elang adalah satu-satunya burung yang berburu sendirian. Mereka bukan makhluk kandangan. Mereka terbang tinggi, dan semakin tinggi saat badai menerjang. Kalau makhluk-makhluk lain berhenti terbang saat badai datang, elang justru menggunakan badai agar bisa terbang lebih tinggi lagi.
Elang adalah simbol dari manusia produktif, intrapreneur, pekerja profesional yang melanglang buana dengan helicopter view, dan menerkam peluang secepat kilat. Larinya lincah. DNA nya…

View original post 540 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: