Presiden Korupsi Sapi

Berita yang paling  mengejutkan dalam minggu ini dan berhasil mengalahkan  tertangkapnya RA dalam pesta  narkoba dan bangkrutnya  Batavia Air adalah ditangkapnya Presiden PKS atas tuduhan korupsi pengadaan impor daging sapi. Sontak masyarakat Indonesia  yang kreatif langsung mengaitkan dengan naiknya harga daging sapi di pasaran akhir akhir ini dengan memberi cap PKS sebagai Partai Korupsi Sapi…nah nyaho elu…karena yang dikorup tidak keren. Bandingkan dengan politisi politisi lain  yang diembat adalah bank, proyek proyek triliunan bahkan pengadaan kitab suci. Masalahnya menjadi menarik karena boss besar partai yang ditangkap ini berbasis agama, dikenal sesama kolega sebagai orang yang sangat alim dan selama ini dikenal sebagai partai paling bersih yang mana tidak satu pun kadernya yang ketangkap (belum ketahuan kali ya)  karena korupsi tetapi sekali ketangkap langsung bos besarnya. Dalam sistem yang menggunakan quality is better than quantity  penangkapan boss besar langsung melejitkan citra partai tersebut  ke tingkat  paling atas   sama seperti penentuan perolehan medali dalam olimpiade London. Perolehan 1000 medali perunggu satu negara akan langsung melorot peringkatnya  terhapus begitu  saja ketika  ada satu negara yang berhasil memboyong medali  emas….nah kira kira begitulah yang terjadi  dengan partai ini sekarang  -suka atau tidak suka, rela atau tidak, tapi saat ini harus nrimo ing pandum di vonis sebagai  Partai Korupsi Sapi.

PKS?

Karena yang terlibat adalah big boss tentunya para pengikut yang jutaan baik di level grass root sampai yang  menduduki jabatan di lembaga tinggi dan tertinggi negara tentu saja berusaha membela  bossnya.  Harap maklum saja dalam suatu negara yang menganut Shame  Culture : semuanya ditandai oleh rasa malu dan disini tidak dikenal rasa bersalah. Menurut pandangan ini budaya malu (shame  culture) adalah kebudayaan dimana  kata kata seperti “hormat”, “reputasi” , “nama baik”,  ”status”, dan “gengsi” sangat ditekankan. Bila seseorang melakukan suatu kejahatan, hal ini  tidak dianggap  sebagai sesuatu yang buruk begitu saja, tetapi boleh disembunyikan demi kepentingan yang lebih besar. Malapetaka  hanyalah terjadi  bilamana kesalahan tersebut diketahui oleh orang lain sehingga pelaku kehilangan muka, dan ketika diketahui-pun seperti yang terjadi sekarang ini masih tetap dibela. Gejala apa lagi ini? Kita memang terkenal sebagai bangsa yang kreatif dalam mencari PEMBENARAN bukan KEBENARAN. Dalam  Teologi  dikenal istilah  Apologetics (from Greek ἀπολογία, “speaking in defense”) – the discipline of defending a position (often religious) through the systematic use of information biasanya digunakan untuk membela  sang Imam. Apologetic politik adalah usaha untuk membela  big boss yang menjadi petinggi partai dengan menunjukkan kebaikan dan prestasi prestasi ybs untuk menggiring opini publik bahwa hal  tersebut tidak mungkin dilakukan oleh sang Imam yang sangat religius , alim serta  sangat fasih mengutip ayat ayat dari kitab suci. Sepertinya  para petinggi partai ini sangat paham akan psikologi masa yang masih sangat menjunjung nilai  nilai tinggi keagamaan, sehingga dilaunchingkan program pertama adalah ajakan Tobat Nasional, entah siapa yang diajak. Jadi tolong diingat yang terjadi adalah bukan penyuapan, tapi percobaan penyuapan, bukan  Partai Korupsi Sapi tapi Presiden-Nya Korupsi Sapi! Ngoten mas mas bro.

Kalau sang presiden memang terbukti, maka terbukalah mata dunia lebar lebar inilah jagad politik Indonesia dengan realitanya : parpol dan korupsi adalah dua sisi mata uang. Kalau anda ke Palembang, belum afdol kalau nggak nyicipin empek empek Palembang, kalau ke Singapore belum sah sebelum ada foto mejeng di patung Merlion, ke London tidak ada greget kalau tidak mejeng di Big Ben, nah gitu juga dengan Parpol, kayanya belum  lengkap kalau tidak korup. Dengan tidak bermaksud tendensius, realita sosial yang ada di masyarakat kalau kita melihat  anak nakal, bengal, bandel, ndablek, tolol, etc, pertanyaan basic selalu : anak siapa? Kalau sudah gini…kayanya  mendingan pindah partai aja lah mas mas bro demi menyelamatkan periuk nasi.

Selamat mencari partai baru saudara saudara sebangsa dan setanah air, bila pilihan kita masih salah dengan partai yang pernah kita harapkan ini, jangan lupa  kita masih berdo’a paling sedikit menyebut : tunjukilah aku jalan yang lurus (termasuk memilih partai yg didukung) 17 x dalam sehari.  Tidak perlu meratap ketika apa yang dipuja puja selama ini ternyata sami mawon. Setidak tidaknya  kita  terhindar dari golongan yang  meminta jalan yg lurus tapi dalam praktek kehidupan menerapkan STMJ : Sholat Terus Maksiat Juga!

Categories: Budaya, Indonesiana | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: