Komunitas Penulis Perubahan

Di era Pertahanan Rakyat (Kamra) kita pernah mengenal pentingnya hansip.  Meski di era sekarang anak-anak muda lebih bergengsi berpakaian biru-putih menjadi Satpam, kadang di berbagai acara komedi kita masih sering melihat guyonan tentang hansip yang berseragam hijau, tanpa senjata, agak kedodoran, namun di kampung masih sangat dihormati. Di kampung saya, hansip menjadi alat bagi ketua RT untuk menjaga keamanan, mengatur lalu lintas, dan parkir saat hajatan.

Pada masanya, pernah muncul wacana untuk mempersenjatai hansip. Artinya mereka juga diberi bedil sehingga bisa tampil segagah tentara.  Gagasan itu tentu saja ditolak. Pengalaman pahit masyarakat menyaksikan hansip menembak sungguh mengerikan.  Hansip yang kurang terlatih dalam  memegang senjata bisa salah tembak. Kita masih ingat jokes-nya, “Tembak kaki kena kepala….mati deh…”

Menembak Ketidakadilan

Kita tentu tak bisa mengatasi masalah pendidikan dengan ilmu hansip, seberapa panasnya pun hati kita melihat ketidakadilan.  Kalau kita hanya ingin melumpuhkan pejahat, jangan tembak kepalanya, melainkan tembaklah kakinya.  Tapi kalau…

View original post 837 more words

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: