Monthly Archives: June 2013

Where is my University?

Recently  Quacquarelli Symonds (QS) issues the rank of  Malaysia universities  compared to other universities in Asia. The QS World University Rankings  with London home base is regarded as one of the three most influential and widely observed international university rankings, along with the Times Higher Education World University Rankings and the Academic Ranking of World Universitie. In Malaysia   the nation’s five oldest universities are in the top 100 of the 2013 QS University Rankings: Asia for the second consecutive year. Universiti Malaya ranked at 33, followed by Universiti Kebangsaan Malaysia at 57 and Universiti Sains Malaysia at 61.  Universiti Teknologi Malaysia is placed 68 while Universiti Putra Malaysia is ranked at 72.The  entire  list  for Malaysian universities is observable below:

How does Quacquarelli Symonds (QS) come to this  conclusion?

The ranking method had not changed from the previous years and was based on   academic reputation (40%),  employer reputation (10%),  student/faculty ratio (20%), papers per faculty/citations per paper (20%)  internationalization orientation (10 %).

The most controversial part of the QS World University Rankings is their use of an opinion survey referred to as the Academic Peer Review to determine academic reputation. Using a combination of purchased mailing lists and applications and suggestions, this survey asks active academicians across the world about the top universities in fields they know about and this score counted  for 50% in 2004 and starting from 2005  becomes 40%.

Student/faculty ratio  is a classic measure to determine  teaching commitment. Big class indicates less commitment as  teachers should share a limited amount of attention to many students, while the   small class indicates  committed teachers devoting  enough time for sufficient interaction during teaching and learning process. This item is counted for 20 %.

Citations of published research are among the most widely used inputs to national and global university rankings. The QS World University Rankings used citations data from Thomson (now Thomson Reuters) from 2004 to 2007, and since then uses data from Scopus, part of Elsevier. The total number of citations for a five-year period is divided by the number of academicians in a university to yield the score for this measure, which accounts for 20 per cent of a university’s possible score in the Rankings.

Employer reputation  is obtained by a similar method to the Academic Peer Review, except that it samples recruiters who hire graduates on a global or significant national scale   to produce 10 per cent of any university’s possible score  in the belief that   graduate quality is a barometer of teaching quality.

The final 10 %  of a university’s possible score is derived from measures intended to capture their internationalism: 5 % t from their percentage of international students, and another 5 %  from their percentage of international staff. This is of interest partly because it shows whether a university is putting effort into being global, but also because it tells us whether it is taken seriously enough by students and academics around the world for them to want to be there.

So, when a university  is not included on the list, it means  that  serious effort must be made   to make  the school:

1. To  be recognized  widely by global scholars so that recommendation is granted as a reputable school.

2. To  set  the proper  and ideal ratio between the number  of lecturers and students to maximize interaction during teaching and learning

3. To encourage and to stimulate  lecturers  to publish their findings in highly reputable journals (at least visible in Google Scholars ) because research  without publication is like playing a good music in concert hall but there is no audience. What is  the value?

4. To focus more on international marketing  to attract   expatriate  to  work in the university and foreign students to come to  study at the university.

So..is your university included? Please check at this link   http://bit.ly/17oHDKH  for full details Asian Universities.

Advertisements
Categories: Top Malaysian Universities | Tags: , | Leave a comment

Menjadi Komunitas Ilmuwan Global

Baru baru ini (3 Juni 2013) saya mendapat kehormatan menjadi dosen tamu (guest lecturer) pada Program Doktor Ilmu Manajemen  (PDIM) Universitas  Brawijaya Malang, Indonesia yang juga menjadi alma mater saya. Sangat menyenangkan,  betapa tidak 4 tahun yang lalu saya masih duduk sebagai mahasiswa program doktor, tapi hari itu saya menjadi  dosen tamu yang  berbagi ilmu pengetahuan  sebagai seorang ilmuwan global, agak berlebihan mungkin, tapi itulah hidup,  ada saatnya kita manggut manggut tertunduk mengiyakan apa kata orang tetapi ada saatnya  orang dipaksa manggut manggut mendengar apa yang kita katakan.

Mendapat undangan sebagai dosen tamu dari Universitas se kaliber BRAWIJAYA yang merupakan salah satu perguruan tinggi papan atas merupakan  hal yang tidak mudah karena selama ini universitas hanya mengundang orang orang  dengan kaliber tertentu dari perguruan tinggi asing ternama dari luar negeri sehingga  peluang yang diberikan kepada saya  membuat anda bertanya tanya sehebat apa sih saya?

Saya sih tidak hebat hebat amat, tapi selama saya berkarir di PTN di luar negeri selama tiga tahun  saya telah  mendapatkan beasiswa untuk presentasi  di  Said Business School Oxford University, salah satu sekolah bisnis terbaik di dunia, mendapatkan grant dari Pemerintah Jerman untuk mempresentasikan penelitian tentang Sustainable Consumption di Asia, mendapatkan best paper  Award di bidang bisnis dan manajemen  dari ABEST 21(salah satu konsorsium pendidikan tinggi papan atas dunia), mendapat kehormatan mempublikasikan artikel  di South East Asian Journal of Management-(Jurnal terbitan Universitas Indonesia dengan akreditasi A) dan juga mendapat kehormatan menjadi salah satu anggota scientific committee  pada international conference yang diselenggarakan oleh University of Nagoya, Japan (http://bit.ly/13nxUP8).

Dengan modal segitu cukuplah syaratnya untuk datang ke Alma Mater dengan embel embel sebagai dosen  tamu.

Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah apa yang harus kita buat supaya bisa menjadi seorang global scientist? Pada hemat saya apapun di dunia ini untuk menjadi dikenal kita harus memahami yang namanya TREND. Kalau sekarang trendnya musim layang layang ya kita harus ikut main layang layang, nah kalau main layang layang ngetrend tapi anda main congklak ya jelas gak ada yang ngelirik. Dance with the change…kan itu inti dari semua pelajaran tentang manajemen sekarang ini.

Melihat trend di dunia tentang perguruan tinggi atau universitas, lembaga ini ada tiga kategori: universitas yang berfokus pada RISET, pada PENGAJARAN dan yang TIDAK JELAS riset apa pengajaran?

Dan trend dari universitas universitas terkemuka di dunia adalah mengarah ke Research University!

The world-class scholars come from a variety of public and private universities in various countries;

They tend to read the same scholarly journals and attend the same scholarly conferences;

To be a world-class scholar, you must become a part of the world-wide network of scholars!

Riset berkonotasi publikasi, melakukan riset tanpa publikasi adalah seperti mengadakan konser yang hebat dalam satu ruang besar dengan musik yang mendayu dayu hebat tapi tanpa penonton. Secara pribadi mengadakan konser tanpa penonton memang memberikan kepuasan secara personal tetapi orang lain tidak mendapatkan faedah dari kegiatan ini dan tidak ada nilainya karena tidak ada yang menghargai anda. Jadi anda jangan heran kalau ada teman2 dosen yang sudah pergi ikut program sandwich di luar negeri ataupun sudah menjadi dosen di luar negeri masih belum bisa menjadi ilmuwan global harap maklum karena satu satunya cara untuk menjadi ilmuwan global adalah lewat PUBLIKASI, there is no other way!

South East Asian Journal of Management, Accredited A by Indonesian Government

SELAMAT BERJALAN KE ARAH ILMUWAN GLOBAL REKAN REKAN AKADEMISI. It is not the matter where you are from, but where you are going! Saya dari perguruan tinggi swasta kecil di Indonesia, tapi saya mengarah ke arah ilmuwan global, dan anda juga tentu bisa kalau memiliki sikap mau belajar dengan kerendahan hati.

Dan kalaupun anda belum bisa jadi ilmuwan global dengan fokus riset, bukankah universitas terbagi menjadi tiga kategori, masih ada dua kategori yang masih bisa anda isi. Kita hidup mengikuti jalur hidup masing masing sambil membaca isyarat dari atas untuk melakukan yang terbaik.

Categories: Human Resources Management | Tags: , , | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.