Menjadi Komunitas Ilmuwan Global

Baru baru ini (3 Juni 2013) saya mendapat kehormatan menjadi dosen tamu (guest lecturer) pada Program Doktor Ilmu Manajemen  (PDIM) Universitas  Brawijaya Malang, Indonesia yang juga menjadi alma mater saya. Sangat menyenangkan,  betapa tidak 4 tahun yang lalu saya masih duduk sebagai mahasiswa program doktor, tapi hari itu saya menjadi  dosen tamu yang  berbagi ilmu pengetahuan  sebagai seorang ilmuwan global, agak berlebihan mungkin, tapi itulah hidup,  ada saatnya kita manggut manggut tertunduk mengiyakan apa kata orang tetapi ada saatnya  orang dipaksa manggut manggut mendengar apa yang kita katakan.

Mendapat undangan sebagai dosen tamu dari Universitas se kaliber BRAWIJAYA yang merupakan salah satu perguruan tinggi papan atas merupakan  hal yang tidak mudah karena selama ini universitas hanya mengundang orang orang  dengan kaliber tertentu dari perguruan tinggi asing ternama dari luar negeri sehingga  peluang yang diberikan kepada saya  membuat anda bertanya tanya sehebat apa sih saya?

Saya sih tidak hebat hebat amat, tapi selama saya berkarir di PTN di luar negeri selama tiga tahun  saya telah  mendapatkan beasiswa untuk presentasi  di  Said Business School Oxford University, salah satu sekolah bisnis terbaik di dunia, mendapatkan grant dari Pemerintah Jerman untuk mempresentasikan penelitian tentang Sustainable Consumption di Asia, mendapatkan best paper  Award di bidang bisnis dan manajemen  dari ABEST 21(salah satu konsorsium pendidikan tinggi papan atas dunia), mendapat kehormatan mempublikasikan artikel  di South East Asian Journal of Management-(Jurnal terbitan Universitas Indonesia dengan akreditasi A) dan juga mendapat kehormatan menjadi salah satu anggota scientific committee  pada international conference yang diselenggarakan oleh University of Nagoya, Japan (http://bit.ly/13nxUP8).

Dengan modal segitu cukuplah syaratnya untuk datang ke Alma Mater dengan embel embel sebagai dosen  tamu.

Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah apa yang harus kita buat supaya bisa menjadi seorang global scientist? Pada hemat saya apapun di dunia ini untuk menjadi dikenal kita harus memahami yang namanya TREND. Kalau sekarang trendnya musim layang layang ya kita harus ikut main layang layang, nah kalau main layang layang ngetrend tapi anda main congklak ya jelas gak ada yang ngelirik. Dance with the change…kan itu inti dari semua pelajaran tentang manajemen sekarang ini.

Melihat trend di dunia tentang perguruan tinggi atau universitas, lembaga ini ada tiga kategori: universitas yang berfokus pada RISET, pada PENGAJARAN dan yang TIDAK JELAS riset apa pengajaran?

Dan trend dari universitas universitas terkemuka di dunia adalah mengarah ke Research University!

The world-class scholars come from a variety of public and private universities in various countries;

They tend to read the same scholarly journals and attend the same scholarly conferences;

To be a world-class scholar, you must become a part of the world-wide network of scholars!

Riset berkonotasi publikasi, melakukan riset tanpa publikasi adalah seperti mengadakan konser yang hebat dalam satu ruang besar dengan musik yang mendayu dayu hebat tapi tanpa penonton. Secara pribadi mengadakan konser tanpa penonton memang memberikan kepuasan secara personal tetapi orang lain tidak mendapatkan faedah dari kegiatan ini dan tidak ada nilainya karena tidak ada yang menghargai anda. Jadi anda jangan heran kalau ada teman2 dosen yang sudah pergi ikut program sandwich di luar negeri ataupun sudah menjadi dosen di luar negeri masih belum bisa menjadi ilmuwan global harap maklum karena satu satunya cara untuk menjadi ilmuwan global adalah lewat PUBLIKASI, there is no other way!

South East Asian Journal of Management, Accredited A by Indonesian Government

SELAMAT BERJALAN KE ARAH ILMUWAN GLOBAL REKAN REKAN AKADEMISI. It is not the matter where you are from, but where you are going! Saya dari perguruan tinggi swasta kecil di Indonesia, tapi saya mengarah ke arah ilmuwan global, dan anda juga tentu bisa kalau memiliki sikap mau belajar dengan kerendahan hati.

Dan kalaupun anda belum bisa jadi ilmuwan global dengan fokus riset, bukankah universitas terbagi menjadi tiga kategori, masih ada dua kategori yang masih bisa anda isi. Kita hidup mengikuti jalur hidup masing masing sambil membaca isyarat dari atas untuk melakukan yang terbaik.

Categories: Human Resources Management | Tags: , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: