Haruskah Saya Menerima LinkedIn Invitation?

Akhir  akhir  ini saya banyak sekali menerima  undangan supaya terkonek lewat platform sosial media yang bernama LinkedIn.   Should I Accept that LinkedIn Invitation?  adalah pertanyaan yang sering saya dengar  karena  sekalipun  platformnya seperti Twitter atau Facebook, LinkedIn lebih dirancang  untuk  koneksi antar profesional. Masalahnya adalah siapa yang kita kategorikan sebagai profesional yang layak dalam hidup kita: mereka yg sering merekomendadikan tulisan kita, sering mengutip ata meretweet posting kita, meyukai status Facebook kita, tetangga sebelah , mahasiswa  atau teman makan siang sembunyi sembunyi selama bulan puasa?

Karena  memiliki   platform umum seperti Twitter & FB  dimana orang kadang kadang   melihat dan menilai Anda pada jumlah pengikut Anda, banyak yang main hantam kromo saja terima invitation untuk terkoneksi lewat  LinkedIn.

Sebenarnya supaya bisa  menggunakan LinkedIn bekerja    sepenuh potensinya , anda perlu menggunakan  kekuasaannya sebagai mesin pengenalan siapa anda ke dalam sebuah  buku alamat di mana semua profesioanl  dapat melihat dan terhubung dengan yang lain untuk membuat network  dengan anda dan  berbagi hal hal yang sama sama kita minati. Kalau para profesional tadi golongan yang suka tidak berpuasa, anda akan berbagi dimana tempat makan siang yang aman  dan nikmat tanpa harus ketahuan oleh anggota FPI yang sering melakukan razia, dan kalaupun ketahuan anda berbagi tips disitu  bagaimana  menghindarinya dan lolos.

Tapi mesin pengenalan itu  hanya bekerja jika Anda selektif  menerima yang menjadi koneksi. Jadi filter diperlukan dalam hal ini. Tes untuk menentukan apakah anda menerima atau tidak koneksi lewat  platform ini sederhana saja: Apakah anda akan melakukan sesuatu buat dia  dalam hubungan profesioal atau tidak atau kira kira orang tersebut akan melakukan sesuatu kah buat anda? Kalau ya..terima..kalau tidak ya ngak usah.

Karena ini hubungan profesional pertanyaan secara lebih spesifik  bagi saya  sebagai seorang akademisi adalah:  Will you attend my conference? Can you review my book? Can you contribute to my article publication in  good journal, Is it worth to put your name as my Co-author dll.

Ketika anda berpikiran apakah akan menerima undangan seseorang untuk saling terkoneksi , bayangkan pertanyaan tersebut. Perhatikan bahwa ada perbedaan antara mengatakan YA untuk sebuah konferensi karena ia merupakan acara yang menarik, dan mengatakan YA  karena  ingin membantu ANDA sebagai  orang yang menawarkan. Yang terakhir adalah orang yang telas lulus test yang anda lakukan.  Jika Anda konsisten dalam menerapkan test tersebut, anda dapat membangun jaringan LinkedIn yang berguna dan efisien dalam mendukung setiap tujuan profesional.

Jadi anda tidak perlu ikut terjebak  dengan menjadi  tipe orang yang mengevaluasi orang berdasarkan jumlah koneksi seperti di FB dan Twitter.  Inti dari tes tersebut (kalau dalam istilah pemerintah Indonesia: fit n proper test) adalah berpikir tentang kualitas dua arah hubungan anda.

Ingat LinkedIn adalah wadah para profesional saling terkoneksi dimana kualitas lebih menuntukan dari kuantitas.

Selamat berlinkedin ria!

Categories: Social Media | Tags: , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: