Executhief, Legislathief and Executhief

Pada tahun 1968 , Gunnar Myrdal seorang peraih nobel berkebangsaan Swedia  menulis buku  yg berjudul Asian drama: an inquiry into the poverty of nations  berdasarkan analisa  beliau terhadap India  dan kemudian diteruskan ke  Indonesia. Beliau  memberi judul bukunya drama  sebagai bentuk kepesimisan  melihat kepura puraan yang terjadi   di negara negara Asia  dalam penyelengaraan tatanegara yang bermartabat dan terhormat. Satu istilah yang dilontarkan adalah  Soft State  (negara lemah) untuk  menunjukkan perbedaan Asia dan negara negara barat dalam penyelenggaraan tata negara. Diantara ciri ciri  negara lemah adalah:

  1. Golongan penguasa  tidak menghormati dan  mentaati  undang-undang, malah menggunakan  kesempatan untuk mengeruk keuntungan sebesar besarnya demi kepentingan sendiri.
  2. Semuanya diperdagangkan , di Indonesia  mulai dari sapi sampai keadilan.
  3. Peraturan sengaja dilanggar untuk memperkaya golongan berkuasa dan berpangkat
  4. Meluluskan undang-undang tetapi non sense dalam pelaksanaannya
  5. Pembayaran pajak dipermainkan dan kalau bisa tidak perlu dibayar
  6. Semua ngomong kalau dapat  jabatan : ini  amanah, tapi dalam prakteknya amanah untuk memperkaya diri
  7. “Budi politik”   ditabur atau dijual kepada  siapa yang bisa  mendukung menjadi kepala daerah, anggota DPR, lurah, dll.


Singkatnya, ciri utama negara lemah (soft state)  ialah merajalelanya  korupsi, kerakusan, keangkuhan dan penyalahgunaan  kekuasaan di  kalangan eksekutif (kepala daerah,  bupati, gubernur, menteri dan semua penjalan kebijakan), merebak   ke kalangan  legislatif (DPR) , dan  akhirnya tidak mau kalah berpartisipasi juga  kalangan yudikatif (hakim, jaksa).

Tangkapan besar  terbaru  KPK  yg melibatkan  eksekutif, legislatif  dan yudikatif :  menunjukkan pembuktian apa yang dikatakan oleh Mbah Gunnar Myrdal sejak puluhan tahun  yang lalu  masih tetap dipertahankan sampai sekarang ini.

Pada  tahun 1748 Montesquieu menerbitkan bukunya yang mashur  L’esprit des lois (The Spirit of the Laws), yang mengandung teorinya tentang ‘Trias Politica’. Menurut Montesquieu, maka kekuasaan dalam negara itu seyogyanya dibagi menjadi tiga kekuasaan, yaitu kekuasaan membuat undang-undang atau ‘legislatif’, kekuasaan menjalankan undang-undang atau ‘eksekutif’, dan kekuasaan mengadili undang-undang atau ‘yudicatif’. Ketiga kekuasaan itu perlu sekali dipisah-pisahkan, yaitu diberi kedaulatan sendiri-sendiri dalam lapangannya supaya dengan demikian ada ketegasan dalam negara dan tercapai kebebasan yang sebaiknya bagi tiap-tiap warga negara.

Nah kalau Montesquieu masih hidup  mungkin beliau akan miris  melihat Trias Politica-nya di Indonesia  menjadi ExecuThief, LegislaThief  dan YudicaThief tetapi Mbah Myrdal makin sumringah karena teori beliau  kekal dan abadi. Dan kalau beliau masih hidup dan meneruskan observasinya tentang  Indonesia mungkin akan ditambah satu  lagi kriteria soft state: percaya dengan  tahyul termasuk dukun dukun politik sehingga iklan iklan perdukunan yang bisa menjadikan orang kepala daerah banyak di temui. Nih contohnya satu:

Garansi insya Allah jadi, dukun politik ngaku keturunan nabi

Anda boleh saja berkomentar miring tentang Doktor (katanya) keblinger satu ini, tapi   saya yakin ada saja yang percaya, karena di  soft state kaya di Indonesia   sepertinya  menghidupkan  orang mati saja yang nggak bisa.

Prof. Rhenald Kasali boleh saja cuap cuap terus dengan teori beliau tentang perubahan dan mendapat pengakuan sebagai pakar  change management dan sejenisnya, tetapi yang namanya  perubahan itu harus dimulai dari orang  yang berada di atas. Tanpa perubahan dari orang orang yang diatas  Drama yang dikatakan oleh Gunnar Myrdall akan terus berlanjut, entah sampai kapan?

Categories: Budaya, Indonesiana, Politik | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: