Gelar Sarjana Indonesia

Dunia pendidikan  tinggi Indonesia memang selalu gonjang ganjing dari dulu dengan berbagai aturan…dan biasa ganti menteri kayanya akan ganti aturan pula. Lihat aja mulai zaman Pak Daoed Joesoef yang memperpanjang masa sekolah sehingga semester tidak  dimulai lagi di bulan Januari, Pak Noegroho Notosusanto yang memberlakukan Normalisasi Kehidupan Kampus sehingga mahasiswa tidak boleh demo dan ikut kegiatan politik, Pak Nuh yang baru lengser sangat getol menggerogoti APBN dengan alasan kualitas dosen melalui program sertifikasi sekalipun hasilnya gak banyak dosen yg  bisa menghasikan publikasi internasional berkualitas sehingga saya punya pemikiran ekstrim kenapa program sertifikasi itu dihentikan saja udah…lumayan duitnya buat nombokin BBM sehingga kenaikan bisa ditunda gitu lho. Tapi ada satu kebijakan yg sakti amat dan abadi sampai sekarang yaitu warisan Pak Fuad Hasan yang mengganti titel Drs dan Ir dengan berbagai macam embel embel sehingga hasilnya Indonesia merupakan negara dengan gelar sarjana terbanyak di dunia sebut saja sebagai contoh; sarjana ekonomi, sarjana hukum, sarjana pendidikan, sarjana pertanian, sarjana kehutanan,  sarjana karawitan dll, dan bila disingkat menjadi macam macam  sedangkan di luar negeri hanya  mengenal  beberapa titel sebut aja Bachelor of Art (BA) atau Bachelor of Science (BSc)  tergantung dia  dari ilmu sosial atau pasti alam. Sebut aja si A memiliki gelar kesarjanaan di bidang pendidikan maka dia akan menulis dalam daftar riwayat hidupnya Bachelor of Art in Education…jadi untuk penghematan yang membedakan hanyalah in…tersebut, bandingkan dengan di Indonesia yang harus menyebutkan semua sehingga ada titel Sarjana Agama, Sarjana Teknik (gak tau Sarjana Santet udah ada apa belum yaa…?). Di level master (Ind = magister), sama saja diluar negeri tidak banyak titel yang dipakai. MBA dan MSc adalah gelar yang paling umum. Untuk ilmu ekonomi dan bisnis misalnya;  gelar MBA diberikan kepada mereka yg menyelesaikan  pendidikannya melalui  moda  melengkapi mata  kuliah sebanyak 12 mata kuliah dan penyusunan tesis yang tidak susah susah amat. Sedangkan MSc  diberikan kepada mereka yg   menyelesaikan studinya lewat jalur riset dengan menempuh 2 atau 3 mata kuliah wajib. Bandingkan dengan program MM Indonesia  dari PT papan atas yang harus menempuh 12 mata kuliah + tesis komprehensif yang amat susah demi mendapatkan gelar Magister Manajemen.  Juga yang membedakan disiplin ilmu hanya di tunjukan dengan kata in...jadi MBA in International Business, MSc in Entrepreneurship….kagak seperti di bumi Pancasila gelar Magisternya banyak amiir, sehingga dibuat satu gelar yang bisa mencakup semua yaitu MSi (Magister Sembarang Iso)…makanya jangan heran S2 Akuntansi gelarnya MSi, S2 komputer juga MSi, S2 Administrasi Publik juga MSi..dan silahkan cari sendiri MSi yang lain.

Setelah wisuda

Setelah wisuda

Di level yg lebih tinggi, kalau sebutan Doctor (Dr) di luar negeri adalah sebutan profesional kepada orang yang telah menyelesaikan PhD, tetapi di Indonesia Dr.  adalah gelar bukan sebutan profesional. Nah dengan akan datangnya Asean Economic Community (AEC) di akhir 2015 dimana  semua tenaga kerja ASEAN akan bersaing secara bebas, tidak akan kesulitankah  sarjana sarjana Indonesia nantinya dengan gelar mereka yg mungkin susah dimengerti tersebut? Para sarjana tersebut  mungkin akan minder karena gelar kesarjanaannya yang agak nyeleneh tersebut. Tanya saja  adik adik yg di ITS atau ITB sekarang mereka  akan bangga bergelar Sarjana Teknik atau Ir (Engineer). Di Malaysia saja lulusan beberapa PT diberi  gelar Engineer yg saya percaya akan meningkatkan rasa pede mereka.

Suatu model itu akan diikuti kalau dia memiliki kriteria Respected (Dihormati), Referred (Dirujuk) dan Relevan (Sesuai dgn zaman).  Dengan menggunakan framework tersebut silahkan dianalisa model  gelar sarjana Indonesia tersebut?

Masihkan relevan gelar sarjana yang kita pakai sekarang ini?

Categories: high education in Indonesia, Human Resources Management | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: