Penyakit Dosen Indonesia

Masih seperti dulu ketika saya kembali ke Indonesia sekarang ini

Izmi Rajiani

Menyandang predikat dosen di iNDONESIA kadang kadang membanggakan sekalipun sering dipelesetkan sebagai orang dengan pekerjaan sa DOS tetapi bayarannya sa SEN. Bandingkan dengan dosen di Malaysia yang hanya berkewajiban mengajar 3 Mata Kuliah satu semester ( 9 jam seminggu), dengan jam kerja Senin S.D Jum’at, sementara sabtu dan minggu digunakan untuk mengupgrade skill (bagi yg mau) dan dibiayai oleh negara. Bayaran , untuk level Pensyarah Kanan (pensyarah kiri nggak ada) atau lektor di Indonesia antara 20 s.d 30 jt , + tunjangan lain lain. Sebagai dosen yg merupakan manusia terpilih ada dua keutamaan yg paling tidak harus dimiliki oleh para dosen yaitu keutamaan inteltual dan keutamaan prilaku.

Picture 005

Sekalipun usaha pemerintah tidak kurang — termasuk yang paling ngetop yaitu SERDOS atau sertifikasi dosen, di lapangan gejala yg nampak masih aja terdapat beberapa penyakit dosen Indonesia, yg tidak mendukung keutamaan 2 perilaku tersebut yaitu :

1. TIPES = Tidak punya salera

View original post 459 more words

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: